Selamat Datang di Blog Kami

Didalam blog ini,saya mengangkat masalah-masalah tentang kesehatan,Khususnya Untuk "Farmasi".
Mohon berikan kritik dan saran anda ketika anda telah membaca posting kami.Kritik dan saran anda dapat anda tulis di kolom yang tersedia dibawah posting yang anda baca.

Minggu, 21 April 2013

HLB

udah lama banget gak ngepost...
Kali ini saya akan memberikan Nilai HLB beberapa zat.Sebelumnya,perlu kita ketahui bahwa HLB/Hidrophyl Lipophyl Balence adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara kelompok lipofil dengan kelompok hidropil.

Nilai HLB beberapa surfaktan :
Tween 20 = 16,7
Tween 40 = 15,6
Tween 80 = 15,0
Tween 60 = 14,9
Tween 85 = 11,0
Tween 65 = 10,5

Span 20 = 8,6
Span 60 = 4,7
Span 80 = 4,3
Arlacel 83 = 3,7 
Gom = 8,0
Trietanolamin = 12,0

Selasa, 14 Agustus 2012

Macam-macam Sediaan Umum

Menurut Farmakope Indonesia (FI) Edisi IV,macam-macam sediaan umum adalah sebagai berikut :
1.Aerosol,adalah sediaan yang dikemas dibawah tekanan,mengandung zat aktif terapeutik yang lepas pada saat sistem katup yang sesuai ditekan.Sediaan ini digunakan untuk pemakaian topical pada kulit dan juga untuk pemakaian local pada hidung (Aerosol nasal),mulut (Aerosol lingual) atau paru-paru/pulmo.
2.Kapsul,adalah sediaan padat yang terdiri dari bahan obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. 
3.Tablet,adalat sediaan padat mengandung bahan obat atau tanpa bahan pengisi.
4.Krim,adalah sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispensi dalam bahan dasar yang sesuai.
5.Emulsi,adalah system 2 fase yang salah satu cairannya terdispensi dalam cairan yang lain dalam bentuk tetesan kecil.
6.Ekstrak
,aadalah sediaan pekat yang diperoleh dengan cara mengekstrak zat-zat aktif dari simplisia nabati atau hewani menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlukan sedemikian rupa hingga memenuhi syarat baku yang ditetapkan.
7.Gel(jeli),adalah systemm semi padat terdiri dari suspense yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organic yang besar,terpenetrasi oleh suatu cairan
8.Imunoserum,adalah sediaan yang mengandung imunoglobulin khas yang diperoleh dari serum hewan dengan pemurniaan.
9.Implan atau Pelet,adalah sediaan dengan massa padat steril berukuran kecil, berisi obat dengan kemurniaan tinggi (denngan atau tanpa eksipensien),dibuat dengan cara pengempaan atau pencetakan.Implan atau pelet dimaksudkan untuk ditanam didalam tubuh biasanya secara subcutan) dengan tujuan untuk memperoleh pelepasan obat secara berkesinambungan dalam jangka waaktu lama.
10.Infuse,adalah sediaan cair yang dibuat dengan mengeksteraksi simplisia  dengan air pada suhu 90 derajat celcius selama 15 menit.
11.Inhalasi,adalah sediaan obat atau larutan suspensi terdiri atas satu atau lebih bahan obat yang diberikan melalui saluran nafas hidung atau mulut untuk memperoleh efek local atau sistemik.
12.Injeksi,adalah sediaan steril untuk kegunaan parenteral yaitu dibawah atau menembus kulit atau selaput lendir.
13.Irigasi,adalah larutan steril yang digunakan untuk mencuci tangan atau membersihkan luka terbuka atau rongga-rongga tubuh,penggunaan secara topical.
14.Lozenges,atau tablet hizap adalah sediaan padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat,umumnya dengan bahan dasar beraroma dan manis,yang dapat membuat tablet malarut atau hancur dalam mulut.
15.Sediaan obat mata
a.salep mata,adalah salep steril yang digunakan pada mata
b.Larutan obat mata,adalah larutan steril,bebas partikel asing, merupakan sediaan yang dibuat dan dikemas sedemikian rupa hingga sesuai digunakan pada mata.
16.Pasta
,adalah sediaan semi padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang ditujukan untuk pemakaian topical.
17.Plaster,adalah bahan yang digunakan untuk pemakaian luar terbuat dari bahan yang melekat pada kulit dan menempel pada pembalut.
18.Serbuk, adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, berupa serbuk yang dibagi-bagi (Pulveres) dan serbuk tak bagi(Pulvis).
!9.Solution atau larutan,adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut.Terbagi atas :
a.Larutan oral, adalah sediaan cair yang dimaksudkan untuk pemberian oral. yang termasuk kedalam larutan oral adalah :
- syrup,adalah larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain kadar tinggi.
- Elixir, larutan oral yang mengandung etanol sebagai pelarut.
b.Larutan topical, adalah sediaan cair yang dimaksudkan untuk penggunaan topical pada kulit atau mukosa.
c.Larutan otik, adalah sediaan cair yang dimaksudkan untuk penggunaan dalam telinga.
d.Larutan opthalmik, sediaan cair yang digunakan pada mata.
e.Spirit,adalah larutan mengandung etanol atau hidroalkohol dari zat yang mudah menguap,umumnya merupakan larutan tunggal atau campuran bahan.
f.Tingtur,adalah larutan mengandung etanol atau hidroalkohol dibuat dari bahan atau senyawa kimia.
20.Suppositoria,adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk,yang diberikan melalui rectal,vagina, atau uretra, umumnya meleleh,melunak atau melarut pada suhu tubuh.

Cara-cara Pemberian Obat

Disamping factor formulasi,cara pemberian obat turut menentukan cepat lambatnya dan lengkap tidaknya resorpsi obat oleh tubuh.Tergantung dari efek yang diinginkan yaitu Efek Sistemis(Diseluruh tubuh) atau Efek Lokal(Setempat),Keadaan pasien dan sifat kimia obat.
1.Efek Sistemis (Diseluruh tubuh)
a.Oral,adalah pemberian obat melalui mulut.
b.Oromukosal,adalah Pemberian obat melaui mukosa dirongga mulut.ada dua macam cara yaitu :
- Sublingual : Obat yang diletakan dibawah lidah.
- Bucal : Obat yang diletakan antara pipi dan gusi.
c.Injeksi,adalah pemberian obat secara parenteral atau dibawah atau menembus kulit/selaput lendir.Suntikan atau injeksi digunakan untuk memberikan efek dengan cepat.
Macam-macam jenis suntikan :
- Subcutan/hypodermal (s.c) : penyuntikan dibawah kulit.
- Intra Muscular (i.m) : penyuntikan dilakukan kedalam otot.
- Intra Vena (i.v) : penyuntikan yang dilakukan kedalam pembuluh darah.
- Intra Arteri (i.a) : penyuntikan kedalam pembuluh nadi
- Intra Cutan (i.c) : penyuntikan kedalam kulit
- Intra Lumbal : penyuntikan kedalam ruas tulang belakang(Sumsum tulang belakang)
- Intra Peritoneal : penyuntikan kedalam ruang selaput (rongga) perut.
- Intra Cardial : Penyuntikan kedalam jantung.
- Intra Pleural : penyuntikan kedalam rongga pleural(Pulmo)
- Intra Articular : penyuntikan kedalam celah-celah sendi.
d.Implantasi,Adalah obat dalam bentuk pelet steril dimasukkan dibawah kulit dengan alat khusus (trocar),digunakan untuk efek yang lama.
e.Rectal,adalah pemberian obat melalui rectal atau dubur.
f.Transdermal,adalah cara pemberian melalui permukaan kulit berupa plaster, obat menyerap secara perlahan dan continue masuk kedalam sistem peredaran darah,langsung kejantung.
2.Efek Lokal (Pemakaian Setempat)
a.Kulit (percutan),obat diberikan dengan jalan mengoleskan pada permukaan kulit,bentuk obat seperti salep,krim dan lotion.
b.Inhalasi, adalah obat yang disemprotkan untuk dosedot melalui hidung atau mulut dan penyerapan dapat terjadi pada selaput mulut,tenggorokan dan pernafasan.
c.Mokusa Mata dan telinga, obat ini diberikan melalui selaput / mukosa mata dan telinga..
d.Intra Vaginal,obat ini diberikan melalui selaput lendir mukosa vagina.
e.Intra Nasal,obat ini diberikan melalui selaput lendir hidung untuk menciutkan selaput/mukosa hidung yang membengkak.

Kamis, 12 Januari 2012

Cara-cara Penularan Penyakit Infeksi

Ada beberapa cara penularan penyakit diantaranya :
1.Melaui Kontak Jasmaniah (Personal Contact)
 a. Kontak Langsung (Direct Contact)
     Bibit penyakit menular karena adanya kontak bbadan dengan badan penderita.
         Contoh :
          1.Penyakit kelamin : Shypilis,Gonorrhoe,AIDS,dll.
 b. Kontak tidak langsung (Indirect Contact)
     Bibit penyakit menular melalui benda yang sudah terkontaminasi karena,telah berhubungan langsung dengan penderita.
Misalnya: Faces,Urine,Muntahan,dsb.

2.Melalui Makanan dan Minuman (Food Born Infections)
Makanan dan minuman dapat terkontaminasi dalam perjalanan sebelum siap dikonsumsi,antara lain :
a.Dari Sumbernya : misalnya susu sapi yang berasal dari sapi yang menderita  
  tuberculosa,Daging sapi yang menderita cacing pita,dsb.
b.Saat pengangkutan : misalnya makanan diangkut dengan alat yang tidak
  seharusnya.
c.Tempat penyimpanan : misalnya makanan terkontaminasi oleh bakteri yang
  dibawa oleh Muscadomestica(lalat).karena tidak tertutupb baik.
d.Pengolahan : misalnya makanan yang dihinggapi muscadomestica(lalat)
   sebelum disantap.

3.Melalui serangga (Arthropod Borne Infections)
   Misalnya :
  • Malaria disebabkan oleh Plasmodium sp,protozoa yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles Betina.
  • DBD(Dengue Haemorrhagic Fever)/Demam Berdarah.Disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan Aedes Aegypti.
  • Epidemic thypus desebabkan oleh Ricktesia prowazekii yang ditularkan oleh Pediculus humanus (Kutu Manusia)
  • Elephantiasis (Filariasis) disebabkan oleh cacing Wuchereria brancrofti atau Wucherenia malayi,ditularkan oleh nyamuk Culex vatigans.
  • Pest bubo disebabkan oleh bakteri pasteurella pestis ditularkan oleh kutu tikus Xenopsylla cheopis.
  • Penyakit saluran pencernaan makanan seperti Thypus,Cholera,Disentri,Penyakit cacing,dsb.Dapat ditularkan oleh lalat dari faces penderita ke makanan atau alat-alat makan.

4.Melalui udara (Air Borne Infections)
Penyakit menular melalui udara terutama penyakit saluran pernafasan seperti :
 a. Melalui debu di udara yang mengandung bibit penyakit.
    seperti penyakit tuberkulosa paru-paru yang disebabkan oleh bakteri
    mycobacterium tuberculosa.
 b. Melaui tetes ludah halus(Droplet Infections).
    Bibit penyakit menular dengan perantaraan percikan ludah pada waktu
    penderita batuk dan bercakap-cakap.

Selasa, 10 Januari 2012

Nama Mikroba

    Bacillus anthacis penyebab penyakit anthrax,ditemukan oleh Rayer dan Davaine thn 1850,Pollender 1855
    Mycobacterium Leprae penyebab lepra,ditemukan oleh Hansen thn 1874
    Neisseria gonorrhoe penyebab penyakit gonorrhoe,ditemukan oleh Neisser thn 1879,Bumm 1880
    Diplococcus Pneumonia penyebab pneumonia(radang paru-paru),detemukan oleh Louis Pateur,Sterenberg thn 1880
    Salmonella Typhi Penyebab Thypus abdomenialis,ditemukan oleh Ebert thn 1880,Gaffky thn 1884.
    Streptococcus pyogenes penyebab radang bernanah,ditemukan oleh Robert Koch,Ogston thn 1882
    Vibrio cholera penyebab cholera asiatica,ditemukan oleh Robert Koch thn 1883
    Corynebacterium diphteriae penyebab diphtheri,ditemukan oleh Klebs thn 1883,Loeffler 1884
    Mycobacterium Tuberculosa,Penybab penyakit Teberculosa, ditemukan oleh Louis Pasteur thn 1885
    Clostridium teteni penybab tetanus,ditemukan oleh Nicolaier thn 1884, Kitasato thn 1889
    Neisseria Miningitidis(Meningococcis) penyebab meninngitis(radang selaput otak),ditemukan oleh Weichselbaum thn 1887.
    Virus ditemukan oleh Dmitri Iwanowski(1892),Martinus Beijerinck dan Winogradsky thn 1898
    Clostridium perfringens penyebab gas-gangrene,ditemukan oleh Welch dan Nuttall thn 1892
     Shigella dysentrriae penyebab disentri basilerditemukan oleh Shiga thn 1898
    Shigella Flexneiri penyebab disentri basiller,ditemukan oleh Flexner thn 1900
     Treponema Pallida,Penybab Syphilis,ditemukan oleh Schaudin, dan Hoffman thn 1905
    Bordetella Pertusis Penybeb pertusis(Batuk rejan/seratus hari), ditemukan oleh Bordet dan Gengou thn 1906
    Ricktesia ditemukan oleh Ricketts thn 1909
    Metchnikoff (1845-1916) membuktikan leucocyte(sel darah putih),merupakan alat pertahanan tubuh terhadap infeksi.karena dapat memakan mikroba yang masuk ke dalam tubuh,seperti amoeba (cellular Immunity)
    Kitasato dan Berhring(thn 1890)menemukan diphtheri antitoxin dan tetanus antitoxin.
    Paul Ehrlich (1854-1916) mengemukakan adanya antibodi di dalam tubuh manusia yang dapat menahan serangan bibit penyakit (mikroba) dan bersifat sangat spesifik (Humoral Immunity)
    Landsteiner(thn 1901) mengemukakan penggolongan darah sistemm A,B,O.

Rabu, 04 Januari 2012

Urine

Urine merupakan hasil ekskresi dari organ ginjal.
sebelum menjadi urine,ada beberapa tahapan yang haris dilewati.
Diantaranya :
1.Filtrasi
merupakan proses penyaringan yang terjadi diginjal(tepatnya pada korteks ginjal di dalam kapsul bowman).
2.Reabsorpsi
merupakan proses penyerapan kembali,yang terjadi di tubulus kontortus proksimal.
3.Augmentasi
merupakan proses pengeluaran zat,dimana zat yang masih bisa digunakan oleh tubuh akan di pisahkan dari urine untuk digunakan oleh tubuh.

Komposisi urine dalam kondisi normal :
1.Air,lebih kurang 95%
2.Urea,asam urat dan amonia
3.bermacam-macam racun.
4.zat warna empedu
5.beberapa zat yang bersifat racun.
Faktor-faktor yang mempengaruhi banyaknya urine.
1.Jumlah air yang diminum
2.Banyaknya garam yang harus dikeluarkan dari dalam darah.
3.Pengaruh hormon antidiuretik(ADH) atau hormon yang mengatur kadar air dalam darah.

Jumat, 25 November 2011

Penyakit Tuberculosis

TBC atau Tuberculosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis.Bakteri ini dapat mengidap pada saluran pernafasan,tulang,dll.

Ciri-ciri org yang mengidap penyait ini adalah :
- Nafsu makan berkurang
- Batuk lebih dari 2 minggu
- Berat badan turun
- Pada saat batuk,bisa keluar darah
- Pada saat malam,penderita biasanya mengeluarkan keringat berlebih.

Cara penyembuhan :
- Mengkonsumsi obat selama 6 bulan secara berturut-turut selama 6 bulan.
   (tdk boleh putus)
- Obat klinis  : rifampicin,Ethambuthol.
- Obat Tradisional : Buah Mengkudu

Cara penanganan :
- Istirahat yang cukup
- Makan teratur(4 sehat 5 sempurna)
- Ventilasi(lubang udara)yang cukup.

Cara Pencegahan :
- Menghindari kontak langsung dengan penderiita.
- Memakai masker ketika bepergian
- Memberikan vaksinasi BCG kepada orang yang belum terkena Penyakit TBC.

Sabtu, 19 November 2011

Obat Bebas,Obat Bebas Terbatas,Obat Keras

Di dalam obat,ada kelompok-kelompok obat.diantaranya :
1.Obat Bebas
adalah obat yang boleh dijual secara bebas dan tidak terlalu berbahaya.Masyarakat dapat menggunakannya sendiri tanpa pengawasan dokter.
Penandaan pada Obat ini ,pada kemasannya terdapat lingkaran berwarna Hijau,dan garis pinggir hitam.

contoh Obat bebas :
-Vitamin       -Tablet  tambah darah    -Salep 24 
-Obat Gosok   -Anti fungidoen             -Oralit       -Calsium lactate
-Rivanol        -OBH Syrup                  -Acetosal 500
2.Obat Bebas Terbatas
adalah obat yang penggunaannya cukup aman,tetapi apabila berlebihan akan menimbulkan efek samping yang kurang menyenangkan.Obat ini tidak perlu dibawah pengawasan dokter.Namun harus sesuai dengan dosis/aturan pakai yang tertera pada kemasannya.
Penandaan pada obat ini,pada kemasannya terdapat lingkaran berwarna biru dengan garis pinggir hitam.
contoh obat bebas terbatas :
- Antimo                   -Hufagrip Syrup
-Zinc                        -Ultraflu
-Moladdern Krim        -Ultrasiline Salep
               -Dexametason            -Asma-Soho
               -Glyceryl Guaicolate    -Dymenhyorinate
3.Obat Keras
adalah obat yang penggunaanya harus berdasarkan reseep dokter.
Penandaan pada obat ini,pada kemasan tertapat lingkaran berwarna merah,dengan garis pinggir warna hitam,yang ditengahnya terdapat Huruf "K" berwarna hitam.
Contoh Obat Keras :
-Digoxin                      -Omeprazole
-Halloperidol                -Metronidazole
-Propanolol                  -Ketokonazole
               -Domperidon               -Ranitidin
               -Asam Mefenamat         -Piroxicam

Jumat, 18 November 2011

CPOB(Cara Produksi Obat yang Baik)

   CPOB adalah pedoman dasar pembuatan obat yang menyangkut seluruh aspek dalam produksi dan pengendalian mutu,meliputi seluruh rangkaian pembuatan obat yang bertujuan untuk menjamin agar produksi obat yang dihasilkan senantiasa memenuhi persyaratan mutu yang sudah ditetapkan,sesuai dengan tujuan penggunaan.

 Beberapa Istilah dalam CPOB :
1.Beatch
   adalah sejumlah produk obat yang dihasilkan dalam satu siklus pembuatan.
Berdasarkan suatu formulasi tertentu,yang punya sifat dan mutu yang seragam.
2.Tanggal Pembuatan(M.FG)
   adalah tanggal yang menunjukan selesainya proses pembuatan suatu beatch tertentu.

Pembagian Area dalam CPOB,DIBAGI 4 Area :
1.Daerah Kelas 1
   Merupakan Steril Area,mis : Ruangan dibawah LAF(Laminar Air Flow)
2.Daerah Kelas 2
   Merupakan White Area,mis : Ruang Proses Sediaan Steril dan Ruang pengisian sediaan steril
3.Daerah Kelas 3
   Merupakan Grey Area,mis : Ruang timbang bahan baku,ruang sempling,ruang pengemasan primer
4.Daerah Kelas 4
   Merupakan Black Area,mis : kantor,koridor,laboratorium,gudang,ruang pengemasan skunder,ruang pembersihan wadah,loker



Persyaratan Minimal Karyawan Dalam CPOB :
1.Profesional(memiliki pengetahuan keterampilan dan kemampuan)
2.Sehat Fisik dan Mental
3.Memiliki sikap dan kesadaran tinggi terhadap CPOB.

Singkatan Dalam Resep

 
a.c. : ante coenam : sebelum makan
a.d / AD : aurio dexter : telinga kanan
a.l. : aurio laeva : telinga kiri
a.s. / AS : auris sinister : telinga kiri
a.u. / AU : auris utro : kedua telinga
aa : anna : takaran obat dibawah sama dengan yang diatasnya
ad ad : hingga : sampai
ad. Lib. : ad libitum : digunakan sesuai keinginan (bebas)
alt. die. : alternus die : setiap lain hari
alt. h. : alternus hora : setiap lain jam
amp. : ampule : 1 dosis unit
aq : aqua : air
b.d. : bis die : 2x sehari
b.i.d. : bis in die : 2x sehari
b.i.n. : bis in noctus : 2x semalam
bis : bis : dua kali
bol. : bolus : sebanyak dosis tunggal
cap : capsula : kapsul
cc : cum cibos : dengan makanan
cc : cubic centimetres : sentimeter kubik
comp. : comsitus : diloleskan
d : dies : hari
d.t.d : da tales doses : takaran tertera dalam resep dibagi sejumlah bagian sesuai numero
dieb. alt. : diebus alternis : setiap lain hari
div. : divide : dibagi
emp. : ex modo prescripto : sesuai petunjuk
emul. : emulsio : emulsi
eq. pts. : equalis partis : bagian yang sama
ex aq : ex aqua : dalam air
fl. / fld. : fluida : cairan
g : gram : gram
gr : grain : grain (1 gram=15 grain)
grad. : gradatim : berangsur-angsur
gtt. : gutta : diteteskan
h. / hr. : hora jam
h.s. : hora somni : waktu tidur
i, ii, iii, or iiii : doses : jumlah dosis
I.D. : intra dermal : disuntikkan di bawah kulit
I.M. : intra muscularly : disuntikkan ke dalam otot
I.P : intraperitonial : itu injeksi yang disuntikkan melalui otot rongga perut
I.V. : intravena : injeksi untuk pembuluh balik
inj. : injectio : suntikan
in p. aeq. : dividiatur in partes aequales : dibagi menjadi bagian yg sama
lin : linimentum : digosok
liq : liquor : solution
lot. : lotio : itu obat berbentuk cairan untuk digunakan ke kulit / tidak diminum
m, min. : minimum : minimal
M. : Misce : campur
mane : mane : pagi hari
mcg : microgram mikro gram
mEq : milli equivalent : mili ekuivalen
mg : milligram : mili gram
mist. : mistura : campur
mixt. : mixtura : mixture
ml : millilitter : mili liter
nebul : nebula : semprotan
no. : numero : nomor
nocte : nocte : malam
noct. maneq. : noct maneque : pagi dan malam hari
non rep. : non repetatur : tidak dapat diulang
npo : nill per os : tidak ada yg melalui mulut
o.d / OD : oculus dexter : mata kanan
o.l. : oculus laeva : mata kiri
o.m. : omni mane : pada pagi hari
o.n. : omni nocte : pada malam hari
o.s / OS : oculus sinister : mata kiri
o.u / OU : oculo utro : setiap mata
opth : opthalmic : pada mata
os : ossa : tulang
otic : otical : pada telinga
p.c. : post coenam : setelah makan
p.o. : per os : melalui mulut
p.p.a. : phiala prius agitata : dikocok dahulu
p.r : pro rectum : melalui anus
p.r.n. : pro re nata : sesuai kebutuhan
p.v. : per vaginum : melalui kelamin wanita
per : per : melalui
pil : pilula : pil
pulv. : pulvis : bubuk
q : quaque : setiap
q._h : quaque …. hora : setiap …. jam
q.3h : quaque 3 hora : setiap 3 jam
q.a.d : quaque alternis die : setiap hari yang berbeda
q.d. / QD : quaque die : setiap hari
q.h.s : quaque hora somni : setiap menjelang tidur
q.i.d. : quarter in die : 4x sehari
q.o.d. / QOD : quaque os die : setiap hari yang berbeda
qq. hh. : quaque hora : setiap jam
q.q.h. : quarter quaque hora : setiap 4 jam
q.s. : quantum sufficiat : gunakan secukupnya
qAM : quaque ante meridiem :setiap pagi
ql : quantum libet :sebanyak yang diinginkan
q.p. : quantum placeat : sebanyak yang dianjurkan
qPM : quaque post meridiem : setiap sore
qv : quantum vis : sebanyak
R/ : recipe : ambil
rep. , rept. : repetatur : dapat diulang
Rx : radix : resep
s : sine : tanpa
s.a. : secundum artum : gunakan sesuai pertimbangan
s.i.d : semel in die : sekali sehari
s.o.s. : si opus sit : segera jika dibutuhkan
SC, subc, subq,subcut : sub cutem : disuntikkan di bawah kulit
Sig. / S : signa, signetur : tulis pada label
SL : sub lingualy : di bawah lidah
sol. :solutio : larutan
ss. : semis : setengah / separuh
stat. : statim : segera
supp. : suppositoria : obat yang dimasukkan melalui anus
susp. : suspensio : suspensi (zat / obat padat yang didispersikan ke dalam zat cair)
syr. : syrupus : sirup
t.d.s : ter die sumendum : 3x sehari
t.i.d. : ter in die : 3x sehari
t.i.w. : ter in w : 3x seminggu
tab. : tabella : tablet
tal. : talus : seperti
tbsp. : tablespoon : sendok makan (15 ml)
tr, tinc., tinct. : tincture : larutan dlm alkohol
troche : trochiscus : obat batuk
tsp. : teaspoon : sendok teh (5 ml)
u.d. / ut dict. : ut dictum : sesuai petunjuk
ung. : unguentum : obat salep
vag. : vaginum : alat kelamin wanita